Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memang telah terbukti mampu mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai bentuk aktivitas. Sebut saja seperti berkomunikasi, berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup, serta sebagai pemecah permasalahan finansial yang sering kali dihadapi oleh sebagian besar masyarakat. Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran dari pinjaman online (pinjol) sangat membantu dalam memecahkan permasalahan finansial. Kamu sudah tidak perlu lagi meminjam uang ke kenalan atau ke bank, cukup dengan duduk manis di depan komputer, permasalahan bisa teratasi.

Selain prosesnya yang mudah dan cepat, pengajuan pinjol juga tidak memiliki persyaratan yang rumit. Pada umumnya, mengajukan pinjaman di lembaga pinjol hanya membutuhkan NPWP, Kartu Identitas (KTP), serta nomor rekening pribadi yang setidaknya aktif selama 3 blan terakhir. Cukup mudah bukan? Namun sayangnya, dikarenakan proses yang mudah dan cepat, peningkatan pengguna pinjol pun semakin pesat dan membuat banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang turut memanfaatkan hal ini demi keuntungan pribadi, seperti melakukan penipuan berkedok pinjol.

Walaupun saat ini banyak sekali pinjol yang menawarkan fasilitas menggiurkan, seperti dana langsung cari dan bunga rendah, ada baiknya untuk jangan mudah terlena. Tidak seharusnya kita langsung mempercayainya begitu saja. Kita juga perlu untuk berhati-hati guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan lebih memperhatikan mengenai ciri-ciri pinjol ilegal.

Ciri- Ciri Pinjol Ilegal

1. Bersifat Memaksa

Ketika ingin meminjam dana dari lembaga pinjol, biasanya seseorang akan mencari tahu mengenai informasi-informasi apa saja terkait pinjol tersebut melalui situs resmi mereka, dan ketika ingin mengetahui suatu informasi tambahan, maka peminjam akan menghubungi langsung kontak yang telah tertera di situs pinjol yang dituju.

Nah, hal ini jelas berbeda dengan lembaga pinjol ilegal yang biasanya akan mendekati ‘calon’ korban melalui SMS atau Telepon dengan memberikan berbagai tawaran menggiurkan, seperti dana cepat cair. Namun, mereka enggan memberikan informasi secara lengkap, akan tetapi bersifat memaksa agar korban mau mengajukan pinjaman.

2. Tanpa Syarat

Jangan langsung terlena dengan lembaga pinjol yang tidak memiliki pesyaratan pengajuan. Walaupun pinjol P2P lending memang hadir sebagai pemecah permasalahan finansial yang dialami oleh masyarakat, tetapi tidak semua calon nasabah layak mendapatkan dana yang diinginkannya secara bebas.

Tentunya mereka tetap harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Hal inilah yang terkadang membuat sebagian orang ragu mengajukan pinjaman melalui lembaga pinjol, karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang diminta. Kemudian, munculah lembaga pinjol ilegal yang tidak memberlakukan persyaratan apapun namun memberikan janji dana cepat cair. Sebelum melakukan pengajuan, pastikan bahwa persyaratan yang diajukan lengkap dan jelas.

3. Uang Muka dengan Nominal yang Tidak Masuk Akal

Memang biasanya ada lembaga pinjol yang meminta uang muka untuk biaya administrasi dan sebagainya, namun dengan nominal yang tidak seberapa. Nah, inilah yang perlu diwaspadai. Biasanya, pinjol ilegal sering kali menerapkan uang muka dengan alasan agar dana dapat cepat cair. Hanya saja, nominal yang diminta cenderung sangat besar dan tidak masuk akal. Sebagai contoh kamu ingin meminjam dana sebesar Rp 50 Juta, namun justru diminta untuk memberikan uang muka sebesar Rp 1 Juta agar dana bisa cepat cair.

4. Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Ketika kamu ingin mencari tahu mengenai lembaga pinjol legal, maka kamu akan dengan mudah mendapatkan informasi mengenai lembaga pinjol terkait agar kamu bisa menghubungi langsung pihak perusahaan dengan mudah. Namun, untuk pinjol ilegal biasanya mereka cenderung menutupi sebisa mungkin informasi yang berhubungan dengan perusahaan. Jika pun ada, maka patut dipertanyakan validitas atau keasliannya. Jika lembaga pinjol terkait justru menggunakan alamat kantor yang tidak jelas, nomor telepon menggunakan ponsel, atau alamat email menggunakan alamat pribadi, maka lebih baik cari lembaga pinjol lain.

5. Meminta Informasi Pribadi

Mereka enggan memberikan informasi terkait perusahaan, namun justru meminta data pribadi kita secara lengkap. Lembaga pinjol legal biasanya hanya meminta informasi dasar seperti nama peminjam, nomor telepon aktif dan alamat email saja. Sekalipun meminta nomor rekening, hal tersebut hanya dibutuhkan untuk mengecek riwayat transaksi dan kredit dari si peminjam saja. Nah, bila suatu saat tiba-tiba kamu diminta memberikan informasi lain seperti pin ATM atau kartu kredit, berhati-hatilah.

Walau begitu, tentu tidak semua lembaga pinjol patut diwaspadai. Ada juga lho lembaga pinjol legal yang memiliki tawaran menarik dan pelayanan yang baik. Kamu hanya perlu lebih kritis dalam memilih lembaga pinjol. Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai lembaga pinjol yang terjamin dan dapat dipercaya, yuk baca informasinya di https://www.cekaja.com/info/awas-tertipu-pinjol-ilegal-ini-sederet-ciri-cirinya/